Profil Sekolah
Pada tahun 1981, di tengah keterbatasan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Bojonegoro, lahirlah sebuah lembaga pendidikan yang kemudian dikenal sebagai Sekolah Luar Biasa (SLB) Putra Harapan Bojonegoro. Berdirinya sekolah ini tidak terlepas dari peran seorang tokoh penggagas, yaitu Ibu Mukidi, yang memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus. Beliau merupakan istri dari Bapak Muntoro, yang pada saat itu menjabat sebagai pejabat di Dinas Pendidikan. Berangkat dari kepedulian dan dorongan tersebut, lahirlah gagasan untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang mampu mewadahi kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus di Bojonegoro.
Dalam mewujudkan gagasan tersebut, Ibu Mukidi mempercayakan kepada putrinya, yaitu Ibu Ninik, untuk mengemban tugas sebagai kepala sekolah pertama SLB Putra Harapan. Penunjukan ini menjadi awal dari perjalanan panjang pengabdian dalam dunia pendidikan khusus. Pada masa-masa awal tersebut, kegiatan pembelajaran dilaksanakan di Gedung RKPD Bojonegoro dengan segala keterbatasan yang ada. Namun demikian, dengan semangat pengabdian yang tinggi, Ibu Ninik berhasil meletakkan dasar-dasar penyelenggaraan pendidikan yang kokoh bagi perkembangan sekolah di masa mendatang.
Perjalanan sekolah terus berlanjut. Pada tahun 1983, di bawah kepemimpinan Bapak Moro, SLB Putra Harapan memperoleh dukungan nyata dari Pemerintah Daerah Bojonegoro berupa gedung permanen yang berlokasi di Jalan Rajekwesi Nomor 59, tepatnya di kawasan Perumahan Rakyat yang dikenal dengan sebutan Perak. Perpindahan ini bukan sekadar perubahan tempat, melainkan simbol berkembangnya kepercayaan dan perhatian terhadap pentingnya pendidikan khusus. Dengan fasilitas yang lebih memadai, proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih terarah dan terencana.
Seiring waktu, kebutuhan akan layanan pendidikan yang lebih spesifik semakin dirasakan. Hal ini mendorong dilakukannya penataan kelembagaan pada tahun 1988, di mana SLB Putra Harapan dibagi menjadi dua lembaga. SLB B Putra Harapan difokuskan untuk melayani peserta didik tunarungu di bawah kepemimpinan Bapak Drs. Priyono, sementara SLB C Putra Harapan diperuntukkan bagi peserta didik tunagrahita dengan kepala sekolah Ibu Dra. Sri Sundari. Pemisahan ini menjadi langkah strategis dalam memberikan pelayanan pendidikan yang lebih sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Perkembangan berikutnya ditandai dengan dinamika kepemimpinan yang silih berganti. Pada tahun 1993, kepemimpinan SLB C Putra Harapan dilanjutkan oleh Bapak Bambang Sriyanto. Memasuki periode 2001 hingga 2013, SLB B Putra Harapan dipimpin oleh Bapak Supri, S.Pd, sedangkan SLB C Putra Harapan berada di bawah kepemimpinan Bapak Drs. Anang Rochani. Pada masa ini, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi tenaga pendidik, serta memperluas jangkauan layanan pendidikan.
Langkah menuju integrasi mulai terlihat pada periode 2013 hingga 2015, ketika kedua lembaga, SLB B Putra Harapan dan SLB C Putra Harapan, berada di bawah satu kepemimpinan, yaitu Bapak Supri, S.Pd. Kebijakan ini menjadi awal dari upaya penyatuan visi dalam pengelolaan pendidikan khusus. Pada periode ini pula, tepatnya pada tahun 2016, SLB Putra Harapan berhasil meraih nilai Akreditasi A, sebagai bentuk pengakuan atas mutu penyelenggaraan pendidikan yang telah dicapai.
Namun demikian, pada periode 2015 hingga 2017, struktur kepemimpinan kembali berjalan terpisah, dengan Bapak Supri, S.Pd tetap memimpin SLB B Putra Harapan dan Bapak Agus Purwito, S.Pd memimpin SLB C Putra Harapan. Pada tahun 2017 hingga 2018, tongkat estafet kepemimpinan SLB C Putra Harapan dilanjutkan oleh Ibu Dra. Sri Rusmini, sementara SLB B Putra Harapan pada tahun 2018 dipimpin oleh Ibu Endar Dwi Wahyuni, S.P
Tahun 2018 menjadi babak penting dalam sejarah SLB Putra Harapan Bojonegoro. Pada tahun tersebut, terjadi perubahan nomenklatur yang menandai bersatunya kembali dua lembaga yang sebelumnya terpisah. SLB B Putra Harapan dan SLB C Putra Harapan resmi digabungkan menjadi satu lembaga dengan nama SLB Putra Harapan. Penggabungan ini menjadi simbol integrasi layanan pendidikan yang lebih menyeluruh dan terpadu bagi seluruh peserta didik berkebutuhan khusus.
Memasuki era baru pasca penggabungan, kepemimpinan sekolah terus berlanjut dengan semangat pembaruan. Pada periode 2019 hingga 2021, sekolah dipimpin oleh Bapak Nanang Nasrulloh, S.Pd yang berupaya memperkuat sistem manajemen dan meningkatkan mutu layanan pendidikan. Pada masa kepemimpinan ini, tepatnya pada tahun 2021, SLB Putra Harapan kembali memperoleh nilai Akreditasi A melalui mekanisme Otomasi, yang semakin menegaskan konsistensi kualitas dan kinerja lembaga dalam penyelenggaraan pendidikan.
Selanjutnya, pada tahun 2022 hingga 2023, kepemimpinan dilanjutkan oleh Ibu Febrina Dyah Artanti, S. Pd, yang terus mendorong inovasi dalam proses pembelajaran serta pengembangan sekolah secara menyeluruh.
Sejak tahun 2024 hingga saat ini, SLB Putra Harapan Bojonegoro berada di bawah kepemimpinan Ibu Endar Dwi Wahyuni, S.P. Di bawah arahan beliau, sekolah terus melangkah maju dengan komitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara optimal.
Perjalanan panjang SLB Putra Harapan Bojonegoro merupakan cerminan dari ketekunan, dedikasi, dan semangat kebersamaan seluruh elemen sekolah. Dari sebuah gagasan yang lahir dari kepedulian seorang ibu, hingga berkembang menjadi institusi pendidikan yang unggul dan terakreditasi, setiap fase perjalanan memiliki arti dan kontribusi tersendiri. Sejarah ini tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga menjadi pijakan dalam menatap masa depan yang lebih baik.
Terwujudnya Peserta Didik Berkarakter, Berketerampilan dan Berprestasi
Managed By ABK Istimewa
@2022 - 2026